Prabowo di May Day Monas: Antara Simbol Kedekatan dan Janji Politik ke Buruh

oleh

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat pagi, dalam sebuah momentum yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sarat pesan politik kepada kelompok pekerja.

Kepala negara tiba sekitar pukul 08.35 WIB dengan kendaraan taktis Maung MV3, disambut ribuan buruh yang telah memadati lokasi sejak pagi. Ia menyapa massa, melambaikan tangan, bahkan turut berinteraksi di tengah suasana hiburan panggung yang berlangsung meriah.

Namun, kehadiran Prabowo bukan sekadar simbol kedekatan. Dalam pidatonya, ia menegaskan posisi politiknya yang bertumpu pada basis pekerja.

“Saya merasa jadi presiden karena dukungan kaum buruh, kaum tani, kaum nelayan, dan seluruh pekerja Indonesia,” ujar Prabowo.

Pernyataan itu mempertegas narasi bahwa legitimasi kekuasaan pemerintahannya tidak lepas dari dukungan kelas pekerja—sebuah kelompok yang selama ini menjadi aktor utama dalam dinamika sosial-ekonomi nasional.

Ia juga menekankan komitmen pemerintah untuk berpihak pada masyarakat rentan.

“Saya bertekad… berjuang untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia, terutama mereka yang hidupnya masih sulit,” kata Prabowo.

Di sisi lain, peringatan May Day tahun ini berlangsung dengan pendekatan yang lebih populis. Selain pidato politik, acara diisi hiburan musik dan interaksi langsung dengan buruh, menciptakan suasana yang lebih cair dibandingkan peringatan yang biasanya diwarnai aksi demonstrasi.

Sejumlah pimpinan serikat buruh nasional turut hadir, termasuk tokoh-tokoh dari konfederasi besar, bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.