Serangan Sadis di Perbatasan Kalteng–Kaltim, Satu Keluarga Dibantai

oleh -44 Dilihat
Peristiwa pembunuhan sadis menimpa satu keluarga yang terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB

MUARA TEWEH — Peristiwa pembunuhan sadis menimpa satu keluarga di kawasan perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Lima orang tewas, sementara satu korban lainnya dalam kondisi kritis akibat serangan brutal yang terjadi di wilayah PT Timber Dana, Desa Benangin II, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban merupakan satu keluarga yang berada di lokasi saat kejadian.

Dari enam korban, lima orang dinyatakan meninggal dunia, yakni Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), David (3), dan Ono (50). Sementara satu korban selamat, Alfian (40), mengalami luka berat dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Muara Teweh.

Menurut keterangan saksi yang juga korban selamat, peristiwa bermula saat tiga orang terduga pelaku datang menggunakan mobil dan menghampiri korban.

“Pelaku sempat menanyakan identitas korban sebelum melakukan penyerangan secara brutal,” demikian keterangan saksi yang dihimpun di lokasi kejadian.

Para pelaku diduga membawa senjata tajam serta senjata api rakitan. Setelah melakukan penyerangan, pelaku juga disebut menyisir lokasi untuk mencari korban lain.

“Aksi pembacokan dilakukan berulang, bahkan pelaku sempat mencari korban lain di sekitar lokasi,” sebagaimana keterangan saksi.

Tidak hanya itu, pelaku juga diduga membakar pondok atau warung milik korban sebelum melarikan diri sekitar pukul 17.30 WIB.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan. Korban yang masih hidup kemudian dilarikan ke rumah sakit menggunakan kendaraan warga, sementara proses evakuasi korban meninggal dilakukan keesokan harinya menggunakan ambulans.

Pihak kepolisian telah mengidentifikasi tiga terduga pelaku yang diketahui merupakan warga setempat. Hingga kini, aparat masih melakukan pengejaran serta mendalami motif di balik peristiwa tersebut.

Kapolres Barito Utara menyatakan pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini.
“Kami yakin pelakunya akan tertangkap,” ujarnya.

Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam sekaligus memicu kekhawatiran terkait keamanan di wilayah perbatasan yang relatif terpencil. Aparat diminta segera mengungkap motif dan memastikan pelaku ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

banner 336x280