Dayak di Tengah Arus Pembangunan IKN: Jaga Akar, Menuju Masa Depan

oleh

PALANGKARAYA – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur membawa dampak besar dan pengaruh signifikan bagi seluruh wilayah di Pulau Borneo, tak terkecuali Kalimantan Tengah. Di tengah derasnya arus pembangunan dan modernisasi ini, muncul tantangan sekaligus peluang besar bagi masyarakat adat untuk tetap eksis dan berperan aktif.

Yanto Eko Saputra, Direktur Utama media online jurnalkalteng.co.id, menekankan pentingnya peran strategis generasi muda dan masyarakat adat Dayak dalam menjadikan Kalimantan Tengah sebagai penyangga utama yang kokoh bagi pembangunan nasional tersebut.

Menurutnya, kunci keberhasilan ada pada keseimbangan: tidak menolak kemajuan, namun juga tidak melupakan jati diri.

“Kita harus mampu mengombinasikan antara penguasaan teknologi digital dengan pelestarian nilai budaya. Masyarakat adat tidak boleh hanya menjadi penonton, tapi harus menjadi aktor utama dalam pembangunan ini,” tegas Yanto Eko Saputra.

Yanto menjelaskan, ada tiga pilar utama yang harus diperkuat agar masyarakat Dayak dapat bersaing dan berkontribusi maksimal di era IKN:

1. Peningkatan Kapasitas SDM Lokal

Generasi muda harus dibekali dengan keterampilan dan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Sumber daya manusia yang unggul adalah modal utama agar dapat terlibat langsung dalam berbagai sektor pembangunan.

2. Literasi Digital

Di era modern ini, informasi adalah kekuatan. Masyarakat harus melek teknologi dan digital agar tidak tertinggal informasi, serta mampu mempromosikan potensi daerah mereka ke kancah nasional maupun global.

3. Pelestarian Kearifan Lokal

Di sisi lain, nilai-nilai leluhur dalam mengelola alam, menjaga kelestarian lingkungan, dan sistem ketahanan pangan tradisional harus tetap dijunjung tinggi. Kearifan lokal ini justru menjadi solusi cerdas dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan pembangunan modern.

“Kalimantan Tengah memiliki peran vital sebagai penyangga. Dengan SDM yang kuat, teknologi yang dikuasai, dan budaya yang terjaga, kita siap menyongsong masa depan yang lebih gemilang,” tambahnya.

Pandangan ini sejalan dengan semangat bahwa pembangunan IKN bukan hanya soal infrastruktur fisik, melainkan juga pembangunan manusia dan budaya. Masyarakat adat Dayak dipanggil untuk tetap teguh memegang akar, sambil melangkah maju menyambut peradaban baru. (//)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.