PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026 jadi momen penting untuk menyoroti nasib pekerja di Kalimantan Tengah. Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Organisasi Masyarakat Betang Mandau Talawang (BMT KT), Kristianto Diun Tunjang yang biasa disapa Deden, menegaskan agar hak-hak buruh betul-betul dipenuhi oleh perusahaan, jangan cuma omong kosong.
“Selamat Hari Buruh buat semua pekerja di Kalteng. Saya minta perusahaan benar-benar memperhatikan kesejahteraan mereka. Buruh itu motor penggerak ekonomi dan penyumbang terbesar buat pembangunan daerah ini, jadi harus dihargai dengan layak,” ujar Deden kepada awak media, Sabtu (2/5/2026).

Salah satu hal yang jadi sorotan tajam dari Deden adalah soal hari libur. Banyak perusahaan yang mewajibkan karyawannya tetap masuk kerja di hari Minggu layaknya hari biasa, tapi sayangnya bayarannya juga sama seperti hari biasa.
“Ini yang harus diperbaiki! Kalau Minggu tetap disuruh kerja, ya harus ada hitungan bonus atau upah lembur. Jangan dipaksa kerja tapi gajinya biasa saja. Itu namanya tidak adil dan merugikan buruh,” tegasnya.
Menurut dia, hak istirahat dan hak atas penghasilan tambahan saat hari libur sudah diatur, dan perusahaan wajib mematuhinya.

Deden juga mengingatkan betapa pentingnya pemenuhan kesejahteraan, kesehatan, dan kelayakan hidup para pekerja. Jika gaji tidak cukup dan beban kerja terlalu berat, dampaknya sangat berat bagi keluarga.
“Kita tidak mau melihat fenomena menyedihkan di mana anak-anak buruh harus berhenti sekolah atau putus sekolah hanya untuk membantu orang tuanya mencari nafkah. Itu tidak boleh terjadi! Orang tua kerja keras supaya anak bisa sekolah dan masa depannya cerah, bukan malah sebaliknya,” tambahnya dengan nada tegas.
Di momen Hari Buruh tahun 2026 ini, Deden berharap semua pihak sadar bahwa buruh adalah aset berharga. Hak mereka soal upah, kesehatan, dan standar hidup layak harus terpenuhi sepenuhnya.
“Buruh itu sektor jasa dan usaha yang sangat vital. Kalau mereka sejahtera, Kalteng juga maju. Jadi mari kita jaga hak mereka, bayar gaji dan bonus dengan benar, serta pastikan mereka bisa hidup layak dan anak-anak mereka tetap bisa sekolah,” pungkasnya. (Red/Ig)










