KASONGAN — Kebakaran hebat melanda permukiman padat di Desa Telok, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis malam (30/4/2026). Tiga rumah warga hangus tak tersisa, sementara satu unit lainnya rusak akibat cepatnya rambatan api di kawasan tersebut.
Api dilaporkan mulai sekitar pukul 19.00 WIB dari bagian belakang rumah milik Untung Dahlan (55), seorang aparatur desa. Kobaran pertama kali diketahui oleh anak korban.

“Setelah melihat api, saksi langsung keluar rumah mencari bantuan karena orang tuanya tidak dapat dihubungi,” ujar IPTU Trionedi Siswanto.
Dalam hitungan menit, api membesar dan menjalar ke bangunan lain yang berdempetan. Rumah milik Tonik (63) dan Lili (60) ikut terbakar habis, sementara rumah Kristian Nyahon (61) mengalami kerusakan sebagian.
Warga sempat melakukan pemadaman secara manual sebelum tim pemadam kebakaran tiba. Proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 21.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, dampak kerugian material ditaksir sangat besar.

“Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp900 juta,” ungkap pihak kepolisian.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik dari rumah asal api muncul.
Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat dengan jarak bangunan yang rapat, terutama ketika sistem kelistrikan tidak memenuhi standar keamanan.










