Katingan, 1 Mei 2026 — Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan mulai memperkuat arah pembinaan berbasis pendidikan melalui kerja sama strategis dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Katingan. Langkah ini menandai pergeseran pendekatan pembinaan dari sekadar pemasyarakatan menjadi investasi sumber daya manusia bagi warga binaan.
Kerja sama yang melibatkan Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan ini membuka akses pendidikan nonformal, termasuk program kesetaraan, bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Program ini dirancang untuk memastikan warga binaan tetap memperoleh hak pendidikan selama menjalani masa hukuman.

Kepala Lapas Narkotika Kasongan, Batara Hutasoit, menegaskan bahwa pendidikan merupakan elemen kunci dalam proses rehabilitasi sosial.
“Warga binaan harus punya bekal ilmu. Kerja sama ini bentuk nyata sinergi agar pembinaan berjalan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pembinaan tidak boleh berhenti pada aspek disiplin dan keamanan, tetapi harus menyentuh peningkatan kapasitas individu agar warga binaan memiliki peluang hidup yang lebih baik setelah bebas.
Ketua SKB Katingan, Hendit, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penuh implementasi program tersebut, terutama dalam penyediaan layanan pendidikan kesetaraan.

“Harapannya, warga binaan tidak hanya menjalani hukuman, tapi juga mendapat ilmu dan keterampilan,” katanya.
Secara strategis, kolaborasi ini dinilai sebagai langkah konkret menghadirkan pembinaan yang lebih humanis dan berorientasi jangka panjang. Pendidikan diposisikan sebagai instrumen utama untuk menekan angka residivisme serta mempercepat reintegrasi sosial warga binaan.
Program ini juga memperlihatkan penguatan sinergi lintas sektor antara lembaga pemasyarakatan dan institusi pendidikan daerah. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah tidak hanya menjalankan fungsi hukum, tetapi juga memastikan keberlanjutan pembangunan sumber daya manusia, termasuk bagi kelompok rentan seperti warga binaan.
Dengan dibukanya akses pendidikan yang lebih luas, Lapas Narkotika Kasongan mengirim sinyal kuat bahwa pembinaan berbasis pengetahuan menjadi fondasi utama dalam menciptakan perubahan perilaku dan masa depan yang lebih produktif bagi para warga binaan.








