PALANGKA RAYA — Kasus penemuan jasad wanita yang dikubur di area PT BJAP 2 kian mengerucut. Polisi tidak hanya memburu pelaku, tetapi juga menelusuri detail kronologi sejak korban dilaporkan hilang hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi terkubur.
Peristiwa ini mulai terungkap saat rekan kerja dan warga sekitar mencurigai hilangnya korban yang tidak terlihat beraktivitas seperti biasa. Kecurigaan menguat setelah muncul informasi adanya aktivitas mencurigakan di sekitar kawasan camp karyawan.

Puncaknya, warga menemukan bagian tanah yang tampak baru digali di area belakang barak. Setelah ditelusuri, lokasi tersebut menyimpan jasad korban yang diduga sengaja dikubur untuk menutupi tindak kejahatan. Temuan ini langsung dilaporkan ke aparat kepolisian.
“Awalnya curiga karena korban tidak terlihat beberapa hari. Setelah dicek, ditemukan tanah bekas galian, ternyata di situ jasadnya,” ujar salah satu warga.
Polisi yang menerima laporan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, dan mengevakuasi jasad korban untuk keperluan autopsi.
Arah penyelidikan kini mengerucut pada dugaan kuat keterlibatan suami korban. Informasi dari lingkungan sekitar menyebut hubungan keduanya kerap diwarnai pertengkaran.
“Korban ini diduga dibunuh oleh suaminya sendiri. Itu yang berkembang di masyarakat”
Penyidik mendalami tiga kemungkinan utama motif:
- konflik rumah tangga (KDRT yang berujung fatal),
- kecemburuan atau persoalan relasi pribadi,
- serta tekanan ekonomi.
Namun, cara pelaku mengubur jasad korban menjadi indikator penting. Tindakan tersebut dinilai bukan spontan, melainkan mengarah pada upaya sistematis menghilangkan jejak.
Kapolres menegaskan penyelidikan masih berjalan dan belum menutup kemungkinan adanya unsur perencanaan.
“Kami fokus mengungkap kronologi utuh, termasuk motif. Semua kemungkinan masih didalami,” tegasnya.
Fakta bahwa jasad dikubur di area kerja menunjukkan pelaku diduga memanfaatkan lokasi yang relatif sepi untuk menyamarkan kejahatan. Polisi juga mendalami rentang waktu antara kematian korban dan penemuan jasad untuk memastikan apakah ada upaya sistematis menutup kasus ini.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena memperlihatkan pola kekerasan domestik yang berujung ekstrem, disertai upaya menghilangkan barang bukti.
Polisi memastikan pengungkapan tidak berhenti pada pelaku, tetapi juga akan mengurai motif utama agar kasus serupa tidak kembali terulang.






