SAMPIT — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit menegaskan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban mutlak dalam aktivitas bongkar muat di pelabuhan.
Peringatan itu disampaikan langsung Kepala KSOP Sampit, Hotman Siagian, saat peringatan Hari Buruh 2026 di Dermaga Habaring Hurung, di tengah sorotan terhadap risiko tinggi sektor logistik pelabuhan.

“Mari kita wujudkan pelabuhan yang tertib, aman, humanis untuk mewujudkan keselamatan jiwa, kelestarian lingkungan, dan kelancaran kegiatan perekonomian,” tegas Hotman.
Hotman menekankan, keselamatan kerja tenaga bongkar muat adalah aspek fundamental dalam operasional pelabuhan dan harus menjadi prioritas utama di setiap aktivitas.
“Keselamatan pelaksanaan kegiatan oleh tenaga kerja bongkar muat merupakan aspek fundamental dari sebuah pelabuhan,” ujarnya.
Ia meminta seluruh pekerja disiplin menggunakan alat pelindung diri (APD), meningkatkan keterampilan, serta menjaga efektivitas kerja untuk menekan potensi kecelakaan.
KSOP juga menyoroti lemahnya disiplin sebagai faktor yang dapat menghambat produktivitas dan daya saing tenaga kerja bongkar muat di tengah era logistik modern.

Penerapan budaya K3 dinilai bukan hanya soal keselamatan, tetapi juga berdampak langsung pada kelancaran arus barang dan efisiensi pelabuhan.
Ketua Koperasi TKBM Karya Bahari, Nurhadi, menegaskan peran strategis tenaga bongkar muat sebagai penggerak utama distribusi barang di pelabuhan.
Ia menyebut peningkatan kompetensi, profesionalisme, dan keselamatan kerja menjadi kunci agar sektor ini tetap kompetitif.
“Koperasi TKBM adalah tulang, otot, dan punggung kelancaran arus barang di pelabuhan,” ujarnya.
KSOP memastikan komitmen memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan guna menciptakan pelabuhan yang aman, produktif, dan berdaya saing.
“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi… guna mewujudkan pelayanan unggul kepada seluruh stakeholder,” kata Hotman.
Penegasan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa standar keselamatan kerja akan menjadi indikator utama dalam peningkatan kualitas layanan pelabuhan di Sampit.










