SUKAMARA — Pemerintah Kabupaten Sukamara mencatat penurunan tingkat pengangguran, namun menegaskan tantangan ketenagakerjaan belum sepenuhnya teratasi. Untuk menjaga tren positif, pemerintah menyiapkan program strategis Pakar Ciptakarya 2026 guna memperluas penyerapan tenaga kerja.
Data terbaru menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 4,95 persen pada 2024 menjadi 4,47 persen pada 2025. Jumlah penganggur juga berkurang dari 1.770 orang menjadi 1.638 orang, sementara jumlah penduduk bekerja meningkat signifikan.

Bupati Sukamara, Masduki, menegaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari berbagai intervensi pemerintah, mulai dari pelatihan berbasis kompetensi hingga pemberdayaan UMKM.
“Jumlah pencari kerja masih lebih besar dibandingkan lowongan yang tersedia. Ini menjadi tantangan yang terus kami carikan solusinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, persoalan klasik seperti rendahnya tingkat pendidikan, keterbatasan lapangan kerja, dan dominasi sektor informal masih menjadi hambatan utama di daerah.
Sebagai respons, Pemkab Sukamara memperkuat program ketenagakerjaan melalui pelatihan kerja, kewirausahaan, job fair, hingga program padat karya. Salah satu langkah konkret adalah pemberdayaan puluhan pemuda agar mampu membuka usaha mandiri.
Untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja, pemerintah akan meluncurkan program unggulan Pakar Ciptakarya (Padat Karya Menciptakan Lapangan Kerja) pada 2026. Program ini ditargetkan menyasar masyarakat penganggur dan setengah penganggur.
“Dengan berbagai langkah tersebut, kami optimistis mampu terus menekan angka pengangguran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif,” kata Masduki.
Penurunan pengangguran ini juga sejalan dengan membaiknya indikator sosial lainnya, termasuk angka kemiskinan yang ikut menurun. Pemerintah daerah menegaskan akan terus memperkuat kebijakan berbasis penciptaan lapangan kerja agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat.






