BUNTOK — Polres Barito Selatan (Barsel) membongkar praktik penipuan bermodus penjualan stiker religi yang meresahkan masyarakat. Tiga pelaku berhasil diamankan setelah menjalankan aksi dengan pola menyasar korban secara langsung di lapangan.
Kapolres Barsel, AKBP Asep Bangbang Saputra, mengungkapkan para pelaku menggunakan pendekatan persuasif dengan membawa atribut keagamaan untuk menarik simpati korban, sebelum kemudian meminta sejumlah uang.

“Modus mereka menawarkan stiker bernuansa religi, namun praktiknya mengarah pada penipuan dengan memanfaatkan empati masyarakat,” tegasnya.
Para pelaku disebut tidak sekadar menjual barang, tetapi cenderung memaksa korban memberikan uang dengan dalih sumbangan atau kegiatan keagamaan. Dalam sejumlah kasus, korban merasa tertekan sehingga menyerahkan uang tanpa kejelasan.
“Ini bukan sekadar jual beli biasa, tetapi sudah masuk kategori penipuan karena ada unsur tekanan dan manipulasi,” lanjut Kapolres.
Dari hasil penindakan, polisi mengamankan barang bukti berupa stiker, uang hasil dugaan penipuan, serta perlengkapan lain yang digunakan untuk mendukung aksi para pelaku di lapangan.
Kasat Reskrim Polres Barsel menambahkan, pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya korban lain serta jaringan yang lebih luas di balik praktik tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus serupa. Jika menemukan indikasi pemaksaan atau penipuan, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.
Ketiga pelaku kini telah diamankan dan dijerat dengan pasal penipuan sebagaimana diatur dalam KUHP. Polisi menegaskan akan menindak tegas segala bentuk kejahatan yang memanfaatkan simbol keagamaan untuk meraup keuntungan pribadi.
Pengungkapan ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap aktivitas penggalangan dana yang tidak jelas legalitasnya, sekaligus menegaskan komitmen aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Barito Selatan.





